Senin, 21 Mei 2018

Sejarah Aliran Modifikasi Japstyle

Bermula karena terinspirasi style modif motor di Negeri Paman Sam dan Darata Eropa, maka Jepang menemukan style modif mereka sendiri. Namanya modifikasi Japstyle.
Autos.id  –  Modifikasi Japstyle merupakan aliran modifikasi sepeda motor yang berasal dari negeri Sakura, yang mana penamaan Japstyle sendiri merupakan kependekan dari Japannese Style.
Modifikasi aliran Japstyle sebenarnya sudah mulai eksis medio tahun 1980-an, hanya saja pada tahun itu builder modif motor di Jepang tidak terlalu menganggap atau tidak menamakan hasil karya modifnya dengan Japstyle, hal tersebut dikarenakan belum adanya acuan baku tentang modifikasi motor tersebut.
Baru mulai awal 1990-an, berdiri sebuah bengkel khusus modifmotor di distrik Shibuya, Tokyo, yang bernama Brat. Bengkel tersebut secara khusus memermak sepeda motor pada saat itu mengikuti style motor yang kondang di Negeri Paman Sam atau daratan Eropa, semisal motor flat trackercafe racerscrambler.
Masyarakat Jepang dikenal sebagai penganut kebanggaan berbudaya dan bangsa yang sangat menjunjung tinggi harga diri, dan mereka tidak mau disebut menjiplak style modifikasi dari luar, maka owner rumah modifikasi Brat memunculkan istilah Brat Style, yang berarti hasil modifikasi bengkel Brat. Dengan mengusung aliran yang tergolong baru di Negara Jepang, banyak rumah modifikasi mengikuti pakem yang telah dibuat oleh bengkel Brat tersebut.
Japstyle sendiri masuk di Indonesia pada tahun 2004 oleh seorang anak muda asal Bandung, Jawa Barat lewat majalah yang dibawa saat pulang dari Jepang, yaitu Franky Morry Astorianto pemilik bengkel modifikasi Yasashi Garage bersama tiga builder lainnya. Mereka mulai memperkenalkan alisan Japstyle tersebut dengan memodifikasi tunggangan masing-masing sehingga terbentuk sebuah komunitas yang bernama “Street Demon”.
Source : https://www.google.co.id/amp/s/www.autos.id/2017/09/20/sejarah-aliran-modifikasi-japstyle/amp/

Restorasi Honda Grand Jadi Streetcub Sporty


Motor yang dimiliki oleh Didit ini bukan tanpa cerita saat akan dimodifikasi. Pasalnya Didit yang membawa kendaraan tuanya ini ke bengkel Street Arts Custom milik Arie Indra di Depok memiliki segudang konsep dan ide untuk diterapkan ke tunggangannya tersebut.
Minggu, 12 Oktober 2014 07 : 15 WIB

Otosia.com - Motor yang dimiliki oleh Didit ini bukan tanpa cerita saat akan dimodifikasi. Pasalnya Didit yang membawa kendaraan tuanya ini ke bengkel Street Arts Custom milik Arie Indra di Depok memiliki segudang konsep dan ide untuk diterapkan ke tunggangannya tersebut.

Setelah melakukan perbincangan yang panjang mengenai kosep, akhirnya gaya streetcub bernuansa sporty sederhana dengan sentuhan gaya zaman dulu (old-skool) menjadi pilihannya.
Arie sang modifikator mengubah rangka Honda Grand menjadi rangka Honda C70 sehingga tampilan menjadi lebih jadul. Arie pun memotong spakboard belakang, sehingga kesan streetcub dapat terlihat lebih jelas.
Gonta-ganti spare part pun diterapkan Arie pada tunggangan milik Adit ini. Lihat saja fork depan Honda Grand diganti menjadi fork original Honda C70 yang diberi sentuhan Springer Shock Kustom. Penyematan Springer Shock Kustom ini selain membuat tampilan menjadi lebih mantap, perangkat ini mampu menstabilkan roda depan. "Fork depan C70 itu punya penyakit suka miring sebelah, untuk mengakalinya maka digunakan springer shock yang dikustom," jelas Arie.
Memodifikasi motor bergaya sederhana ini bukan tanpa kendala, demi mengejar tampilan sporty, penggunaan ban berukuran cukup besar sempat menyulitkan memodifkasi. Dimensi ban yang cukup besar tak sesuai dengan body dan swingarm. Arie pun mesti mengkustom body belakang menjadi lebih lebar atau wide.
Tak hanya itu, sistem pergantian gigi pada Honda Grand Streetcub ini cukup unik. Pasalnya, perseneling gaya mobil disematkan untuk dapat mengganti gigi. Untuk mempercantik tampilan, tachometer dipasangkan pada bagian depan. Selain itu, tromol roda, bak mesin dan stang diberi tampilan krom yang diselaraskan dengan cat berwarna putih pada body.
Spesifikasi
Basic : Honda Grand 1995
Velg depan : Champ 185-17
Velg belakang : Champ 300-17
Ban depan : IRC 80/80-17
Ban belakang : 120/70-17
Jok : Single Seater Kustom
Stang : Kustom
Shock depan : Springer Shock Kustom

Source : https://www.blogger.com/u/1/blogger.g?blogID=1708492743900168723#editor/target=post;postID=3156639122178191058
Honda CB Cafe Racer
Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer – Di kesempatan yang sebelumnya sudah dibahas terkait Konsep Modifikasi Honda CB 100 yang paling populer dan banyak di aplikasikan oleh modifikator untuk menyulap motor cb 100kesayangannya tampil lebih beda dan lebih keren pastinya. Dari beberapa Aliran Modifikasi Honda CB 100 yang ada di Indonesia, yang akan kami coba bahas secara jelas dan lengkap pada kesempatan ini yaitu terkait Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer.
Dibangun dengan desain yang cukup simple dan unik, membuat Honda CB 100 termasuk motor klasik yang paling mudah untuk dilakukan modifikasi dengan berbagai aliran. Mungkin jika dibandingkan Yamaha Rx King, konsep modifikasi yang bisa diterapkan pada motor klasik honda ini lebih banyak dari pada motor yamaha tersebut. Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer adalah salah satu konsep custom yang sekarang ini banyak diterapkan oleh banyak orang.

Konsep Modifikasi Cafe Racer

Cafe Racer merupakan aliran modifikasi motor yang mempunyai ciri khas motor yang terlihat menonjok ke depan, karena aliran modifikasi ini mengharuskan pergantian beberapa part seperti pada stang yang digunakan menggunakan jenis jepit, agar pada saat si rider memacu motor kesayangannya tersebut dengan kecepatan maksimal maka tubuhnya diharuskan merunduk ke depan. Perubahan lainnya pada konsep modifikasi ini yaitu tangki dibuat lebih ramping namun dibuat memanjang.
Hal tersebut agar bikers lebih nyaman saat memacu motor ini karena bagian kaki bisa menempel tangki motor. Karakteristik Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer yang paling terlihat yaitu penggunaan model jok motor yang dibuat rendah dan biasanya hanya di duduki satu orang saja. Dan ciri khas lainnya pada bagian belakangnya terdapat seperti buntut yang melengkung dibelakang jok layaknya buntut hewan belalang. Jika anda ketahui, Konsep Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer ini sebenarnya mengadopsi model motor balap tahun 70 an.
Honda CB 100 Cafe Racer
Dengan Kelebihan Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer yang mempunyai tampilan yang unik namun terlihat stylish, tidak heran jika konsep modifikasi ini banyak sekali di pilih karena pasti akan menjadi pusat perhatian pada saat melintas dijalan raya. Hanya saja Biaya Modifikasi Honda CB 100 Cafe Raceryang perlu dikeluarkan cukup mahal, sebab konsep modifikasi ini mengalami perubahan yang cukup signifikan, hampir semua body motor dirubah.
Kemudian untuk Kelemahan Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer sendiri posisi berkendara harus merunduk atau tidak bisa santai. Selain itu jok yang dibuat lebih rendah dan ukurannya kecil membuat aliran modifikasi ini tidak bisa untuk berboncengan atau berduan. Namun secara tampilan, Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer sangat berani di adu karena tampilannya sangat sempurna untuk sebuah motor klasik.

Galeri Foto Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer

Nah untuk anda yang sedang berencana ingin melakukan modifikasi motor cb 100 kesayangannya dengan konsep ini. Namun anda belum mendapatkan ide modifikasi cb 100, berikut ini kami akan sajikan beberapa Galeri Foto Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer paling terbaru dan terbaik saat ini.
Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer ElegantModifikasi Honda CB 100 Cafe Racer PutihModifikasi Honda CB 100 Cafe Racer SimpleModifikasi Honda CB 100 Cafe RacerModifikasi Honda CB 100 Cafe
 Honda CB 100 Modifikasi Cafe Racer
Galeri Foto Modifikasi Honda CB 100 Cafe Racer bisa anda simpan pada smartphone untuk dijadikan refrensi atau mendapatkan ide dalam melakukan modiifkasi. Jika dilihat pada foto diatas, bisa dilihat secara umum model modifikasi cafe racer ini semuanya hampir sama. Mungkin yang membedakan hanya pada bentuk tangki dan ukuran bannya saja.

Source : https://www.google.co.id/amp/otovarian.com/modifikasi-honda-cb-100-cafe-racer/amp/


Minggu, 18 Maret 2018

Royal Enfield Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo memutuskan membeli sebuah sepeda motor custom bergaya chopperland. Roda dua berwarna emas yang dibeli Jokowi seharga Rp140 juta itu merupakan hasil kolaborasi rumah modifikasi Kick Ass Chopper dan Elders Garage.

Pemilik Elders Garage Anka menjelaskan, bahwa basis chopper kepunyaan Jokowi adalah Royal Enfield Bullet 350 produksi 2016 dirakit di India yang datang ke Indonesia dalam bentuk utuh (completely built up/CBU).

Ketika mendapat sentuhan modifikasi dari tangan-tangan anak bangsa, konten lokal sepeda motor custom itu mencapai 75 persen. Sementara bagian mesin masih bawaan pabrikan Royal Enfield dan suspensi depan produk aftermarket.
"Semua kami custom sendiri. Kecuali ban, mesin sama shock depan," kata Anka saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (22/1).

Setelah di tangan modifikator andal dalam negeri, motor 'emas' milik Jokowi terlihat menampilkan rangka baru, adapun butuh waktu sekitar tiga bulan untuk membuat frame baru tersebut. Ditambah, satu bulan untuk menyatukan seluruh komponen dan menjadikannya satu motor yang utuh.

Dalam membuat rangka, tim sangat berhati-hati. Sebab, rangka tubular untuk menggendong mesin 200cc-500cc agar tetap enak dilihat mata. Belum lagi menyematkan shockberukuran panjang yang terbilang harus mengutamakan estetika sebuah motor custom.
Anka bercerita, bahwa motor ini adalah produk perdana dari outlet-nya. Wajar proses pengerjaan memakan waktu. Lamanya rancang bangun chopper itu juga dikarenakan ingin membuat generasi selanjutnya dari motor tersebut.

"Istimewanya ini adalah produk perdana kami. Ini akan kami buat untuk banyak style, tapi tetep pada chooper. Kaya yang hitam (menunjuk proyek lain) itu beda part, bentuk, tapi masih gaya chooper," ungkap Anka.

Alhasil, Presiden Jokowi tertarik meski benar-benar merasa memiliki sepeda motor dambaan mulai akhir pekan lalu karena kuda besi itu harus menghadiri acara modifikasi roda dua 'Hot Rod Custom Show' di Yokohama, Jepang pada 3 Desember 2017.
Sepeda motor chopperland milik orang nomor satu di Indonesia itu menampilkan tangki bensin dan sepatbor warna emas. Sepeda motor ini kian menarik ketika suspensi depan menyuguhkan warna silver. Warna silver juga terlihat sampai di bagian mesin dan kedua lingkar pelek.

Alasan Memakai Royal Enfield

Alasan memiliki Royal Enfield Bullet 350 untuk menyalurkan ide liar Anka dan kawan-kawan karena harganya yang relatif terjangkau. Dalam situs resmi Royal Enfield Indonsia, model itu dipasarkan dengan harga Rp64,5 juta on-the-road Jakarta.

"Terus harganya lebih oke untuk kapasitas mesin lumayan gede. Dan motor ini memiliki surat-surat," jelas Anka.

Royal Enfield Bullet 350 dipersenjatai mesin 346cc silinder tunggal. Mesin itu dipadukan dengan transmisi lima percepatan, serta sistem pengapian transistorised coil ignition. Klaim pabrikan, tenaga mesin sebesar 19,8 hp pada 5.250 rpm dan torsi maksimal 28 Nm mulai 4.000 rpm.

Anka menyampaikan, dengan membeli custom di tempatnya, Jokowi membawa pulang bahan asli dari Royal Enfield Bullet 350, seperti rangka dan komponen-komponen lain. (mik)

Senin, 19 Februari 2018

Cafe Racer


Jakarta - Salah satu model motor yang tengah digemari di dunia modif motor tanah air adalah cafe racer. Sejak belasan tahun yang lalu aliran ini sudah dikenal orang Indonesia.

Adalah para bikers dan komunitas anak motor bertebaran seantero negeri memiliki andil dalam maraknya fenomena modifikasi cafe racer. 

Rumah modifikasi yang mengubah wajah motor dari tampilan standar pabrikan menuju retro balapan hadir dalam kelasnya masing-masing. 
Dari mulai bengkel kelas rumahan hingga bengkel profesional menawarkan racikan ala 'distinguished gentlemen ride' mereka. 

Filosofi cafe racer memang berkembang di daratan Eropa awalnya. Dimana para bikers Eropa tersulut romantika motor retro rasa kekinian.

Sebut saja Royal Einfield, Triumph dan Ducati menyokong versi pabrikan dari motor masa kini rasa kekunoan. 

Singkat sejarahnya, cafe racer mendapatkan nama dari para bikers Inggris dengan dukungan cafe-cafe nan tersebar di tapak jalan Cross Country pasca Perang Dunia II. Sebut saja merek BSA, Norton, Venom dan Triumph besutan lawas direstorasi habis-habisan dengan berkembangnya industri rumahan, alias home made spare part.

Lalu bagaimana di Indonesia? Modifikator biasanya ada yang mengadopsi filosofi dan budaya tersebut namun dengan tambahan sedikit rasa lokal. 

Tulisan ini tidak akan merinci selera modifikasi tertentu. Kita bisa melihat ada mazhab Srambler, Jap Style, Brat Style, Bobber dan sebagainya di dunia modifikasi tanah air.

Tulisan lebih menitikberatkan pada apa saja pertimbangan sebelum memodifikasi motor kesayangan agar tampak 'distinguished'. 

Kita bisa mengacu pada kutipan musisi terkenal Kurt Cobain 'They laugh at me because I am different, I laugh at them because they look all the same".

Jadi maknanya, cafe racer memiliki dasar pemikiran motor saya harus memiliki sidik jari. Kita paham bahwa tidak ada satu pun dari miliaran manusia yang memiliki sidik jari serupa. 

Semakin beda motornya, semaksimal mungkin memiliki 'wow factor' dalam tongkrongannya. Di situlah inti filosofi 'pebalap cafe' ini.

Secara umum, jika ingin memodifikasi motor di Indonesia pilihan bahan motor untuk dimodif adalah merek Jepang seperti Honda (Tiger, CB lawas dan GL), Kawasaki Binter, Yamaha Scorpio dan Thunder (125-250). 

Tapi terlepas dari pemikiran generik dan budaya sejuta umat, sah-sah saja menggunakan merek India (Pulsar) atau China (Jialing 250 cc) atau merek yang sudah discontinue lainnya namun dengan kemampuan sparepart bisa dikanibal seperti Minerva atau mocin lainnya. 

Saya sendiri misalnya, yang sehari-hari menggunakan motor Minerva X-Road 150 cc tahun 2012 ini memilih melakukan face off motor street fighter X-roadnya menjadi ala cafe racer. 

Foto: Romeyn Perdana Putra


Alasannya sederhana motor tahun 2012 memiliki aura Europa dalam merek dan desain rangka walaupun kandungan lokal dan citra mocin tak bisa lepas dari merek Minerva. 

Alasan lain daripada dijual murah, dan sayang karena fitur elektrik starter, mesin masih tergolong anyar dan bisa dipadankan dengan bermacam aksesoris maupun spare part yang masih banyak beredar di pasaran. 

Untuk aliran modifikasi, rangka bodi dan konfigurasi mesin motor menjadi pertimbangan. Kofigurasi V atau Delta box yang menjadi ciri pabrikan motor kebanyakan di Indonesia, sedikit banyak mempengaruhi mazhab modifikasi mana yang akan diadopsi. 

Jika kita melihat modifikasi motor yang sudah dilakukan, biasanya ada kecenderungan motor tertentu lebih cocok dengan gaya modifikasi yang khas.

Misalnya, Yamaha Scorpio akan banyak menyajikan model Scrambler dalam modifikasinya. Lalu motor monoshock atau dual shock akan menentukan selera anda memodiffikasi. 

Pertimbangan krusial dalam pilihan aliran adalah apakah motor anda nantinya penggunaan harian atau lebih kepada hobi dan komunitas. 

Kalau penggunaan harian setang bungkuk cafe racer dan buntut tawon akan mengurangi produktivitas berkendara anda. Bisa dibayangkan membelah belantara macet ibukota dengan posisi racing. Bisa encok!

Sementara pilihan kelir dan aksesoris printilannya tentu akan sedikit mengurangi kenyamanan berkendara bila anda tampil ber-cafe racer tapi kena semprit polisi atau terkendala di Samsat. 

Sesuaikan dan patuhi peraturan lalu lintas serta taatlah membayar pajak. Adalah salah satu kunci tampilan gaya maksimal ber-cafĂ© racer. 

Apalagi bila sang motor dibesut di jalanan, bukan di arena balap. Warna sedapat mungkin masih akur dengan BPKB dan STNK. 

Kalaupun ditambahkan aksen airbrush tidak mendominasi warna tertera dalam surat-surat. Apalagi karena alasan elemen estetika anda melupakan spion ataupun lampu sein. Akan melipatgandakan pasal pelanggaran lalu lintas anda nantinya.

Yang penting lagi adalah soal budget dan harapan atau ekspektasi. Boleh jadi kombinasi harapan anda untuk memperoleh modif motor tinggi tapi budget anda rendah atau sebaliknya. Untuk menyiasatinya, kudu ekstra hati-hati dalam memilih partner bengkel modif.

Aan (22 tahun), misalnya, seorang mahasiswa PTS di Jakarta menyebut angka Rp 4 juta untuk face off motor hariannya. Pada prinsipnya pilihan tanki, jok, batok lampu besar dan printilan diambil dari ready-made yang tersedia di pasaran. 

"Beda cerita kalau saya pasang yang custom atau Taylor made bengkel Modif, bisa habis puluhan juta," imbuhnya menegaskan.

Tapi dengan budget yang ada Aan mengakui kalau memodif motor seperti menenggak air laut ketika haus, enggak akan pernah puas sambil sedikit menganalogikan perangai modifikasinya. 

Aan menekankan untuk ingat kapan waktunya berhenti dan nikmati dulu yang ada. Walau ia masih bersikeras untuk mengubah kali-kaki dan pelek ban motornya.

Dari tulisan di atas mungkin dapat membantu kawan-kawan bikers untuk lebih bijak dan waspada dalam mengubah tampilan motor kesayangan. Semoga bermanfaat dan lain waktu akan disambung lagi. Wassalam.


Source : https://m.detik.com/oto/modifikasi-motor/d-3355386/demam-cafe-racer-filosofi-dan-tips-triknya